Rabu, 14 November 2012

LEVITATION PHOTOGRAPHY ( LEVITASI HORE )

Let's Levitate Not Jump!

Levitasi adalah sebuah teknik foto yang objek atau modelnya seolah-olah melayang tanpa menginjak tanah. Meski bukan penemunya, namun teknik foto ini dipopulerkan oleh seorang wanita asal Jepang bernama Natsumi Hayashi yang mempublikasikan foto dirinya dengan teknik levitasi di website yowayowacamera.com.
Contoh foto levitasi (sumber: yowayowacamera.com)
Contoh foto levitasi (sumber: yowayowacamera.com)
Mungkin sudah banyak yang kenal dengan komunitas Levitasi Hore, sebuah komunitas yang mengajak para fotografer untuk menunjukkan kreatifitasnya. Komunitas yang dibentuk pada tanggal 25 Desember 2011 ini awalnya tercetus karena rasa penasaran bagaimana membuat foto levitasi dengan menggunakan kamera iPhone (handphone).
Yup, tanpa disadari saat ini kita semua adalah fotografer. Kamera digital seolah sudah jadi fitur wajib di handphone. Tentu bisa dibilang mubazir jika kita hanya menggunakannya untuk memotret makanan yang hendak kita santap. Dengan kualitas kamera digital (pada handphone) yang semakin baik, beberapa teknik foto yang hanya bisa dilakukan lewat kamera SLR kini bisa juga dilakukan dengan menggunakan ponsel.
Tantangan membuat foto levitasi dengan menggunakan ponsel tentu lebih berat daripada menggunakan DSLR karena kemampuan seorang fotografer untuk mengambil foto frozen moment mutlak diperlukan. Seorang model dalam foto levitasi harus terlihat natural, seperti rambut yang tidak boleh terlihat berantakan dan baju yang jangan tersingkap atau menggembung. Ekspresi sang model pun harus terlihat meyakinkan.
Contoh Foto Levitasi (Sumber: levitasihore.tumblr.com)
Tidak adanya burst mode yang bisa menjepret beberapa foto dalam sekali tekan tombol shutter pada handphone tentu membuat seorang fotografer handphone harus ekstra berusaha untuk membuat foto levitasi, tapi justru disitulah letak serunya. Oleh karena itulah komunitas Levitasi Hore ini lebih mengutamakan unsur fun: bagaimana bisa saling berbagi cara membuat foto dengan cara menyenangkan. Bisa dibilang itulah alasan digunakan kata ‘Hore’ di belakang komunitas ini.
Bahkan dengan menggunakan kamera DSLR pun teknik foto levitasi terbilang susah-susah gampang. Foto levitasi menitikberatkan objek fotonya untuk benar-benar melayang melawan gravitasi tanpa bantuan apapun. Memang saat ini ada banyak software yang bisa digunakan untuk memanipulasi gambar secara digital, termasuk membuat sebuah benda seperti melayang. Namun sekali lagi, komunitas Levitasi Hore ini ada untuk berbagi pengalaman fotografi yang seru, bukan untuk sekadar menciptakan foto yang keren secara visual.
 

Contoh Foto Levitasi (Sumber: http://hendynoize.net)


Senin, 22 Oktober 2012

PHOTOGRAFI

Sony RX1,Kamera Full Frame Kompak Dari Sony

Untuk membeli kamera full frame yang berukuran kecil anda harus membeli Leica M9 yang harganya selangit. Nah tidak perlu lagi. Sony baru saja mengumumkan peluncuran kamera kompak mereka, Sony RX1. Kamera ini meskipun ukurannya kecil memiliki sensor dengan format full frame (apa saja kelebihan kamera full frame?) dengan segala kehebatannya. Namun apakah kamera ini perlu menjadi pertimbangan untuk dibeli atau tidak? banyak lebih lengkap ya.
Sony rx1 b

Spesifikasi Utama Sony RX1


Berikut beberapa spesifikasi utama SOny RX1:
  • Sony RX1 menggunakan Lensa fixed Carl Zeiss 35mm f/2, ingat membeli kamera ini berarti anda tidak bisa gonta-ganti lensa. Namun begitu, lensa carl Zeiss terkenal karena kualitas optiknya dan focal length yang 35mm cukup untuk fotografi sehari-hari, apalagi jika anda fotojurnalis.
  • Resolusi 24 megapiksel, Sensor CMOS full frame berukuran 24x36mm
  • ISO 100-25600
  • Focus Peaking untuk membantu manual fokus
  • Shutter leaf dilensa, berarti suara shutter yang sangat senyap dan tidak berisik seperti kamera DSLR
  • 14-bit RAW dan Jpeg
  • Minimum Focusing Distance 20 cm
  • Aperture ring di lensa, jadi sangat mudah mengganti aperture
  • Tombol terdedikasi untuk mengontrol exposure compensation
  • Ukuran sangat kecil untuk standar full frame apalagi dibandingkan kamera DSLR full frame
  • Kabel release menggunakan model ulir, jadi bukan soket seperti kebanyakan di kamera DSLR
  • Layar LCD 3 inchi dengan resolusi tinggi
  • Burst mode 5 fps
  • Tersedia viewfinder eksternal (optik maupun elektronis) yang dapat dibeli terpisah
  • Video full HD 1080p

Sony rx 1 canon 5d m3
Dengan ukuran sekecil ini, Sony RX1 bisa anda genggam dengan nyaman dan tidak membebani pundak anda.

Harga dan Ketersediaan

Sony RX1 bisa dibeli diharga sekitar US$ 2800 dan mulai tersedia di bulan November 2012. Anda juga bisa membeli tambahan viewfinder eksternal, baik electronic viewfinder maupun otpical viewfinder.

Kesimpulan dan Saran

Salah satu faktor yang akan membuat kita berpikir panjang sebelum melirik kamera ini adalah harganya yang sangat mahal. Dibandrol di harga US$ 2800 (sekitar Rp 27 Juta), harga Sony RX1 tidak terlalu jauh dibandingkan kamera full frame Nikon D800 ataupun generasi Canon 5D Mark II. Meskipun dengan harga segitu anda sudah mendapatkan Sony RX1 komplit dengan lensa Carl Zeiss 35mm f/2, membeli kamera kompak ini memiliki konsekuensi anda tidak bisa gonta-ganti lensa. Ini tentunya penghalang bagi anda yang mencari fleksibilitas lensa, apalagi bagi anda yang sudah terlanjur punya koleksi lensa. Kamera ini tampaknya ditujukan bagi fotografer pro terutama fotojurnalis, fotografer travel ataupun mereka yang serius dan mendambakan kamera mungil namun memiliki kualitas foto sekelas full frame. Kalau anda termasuk kelas konsumen yang demikian, tidak salahnya menjadi pertimbangan. Bagi yang lain, silahkan belanjakan untuk kamera lainnya meskipun tongkrongan fisiknya lebih berat dan besar.